Oleh: A. Sugiarto
Sumber daya alam yang diberikan Tuhan kepada negeri ini sudah sepantasnya kita syukuri. Indonesia yang sebagian besar penduduknya adalah petani dari berbagai komoditi sangat lah potensial jika dikembangkan secara baik dan benar. Sektor pertanian mulai dari hulu sampai hilir (produksi hingga pengolahan) memiliki nilai bisnis dan nil...ai ekonomi yang sangat baik bahkan mampu memberikan kontribusi pendapatan devisa negara serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Kita patut bangga dan bersyukur bahwa Indonesia adalah pelopor swasembada pangan selain itu Indonesia juga merupakan tempatnya belajar negara-negara asia tenggara seperti Vietnam dan Bangkok bagaimana mengembangkan pertanian, namun apa yang terjadi setelah itu? Bangkok dan Vietnam justru lebih baik pertaniannya di banding Indonesia, apa yang salah dan keliru dengan semua ini? Bukan tanpa alasan bahwa pertanian mereka lebih baik dari kita contoh nyata, produk-produk pertanian mereka lebih mendominasi di pasaran Indonesia mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern, lalu dimanakah letak kesalahan pertanian kita?
Tidak bisa di pungkiri lagi bahwa untuk membangkitkan pertanian kita adalah bagaimana caranya agar para petani bisa menambah pendapatannya selain dari komoditi yang sudah mereka tanam, karena hanya dengan begitu para petani ada nilai tambah pendapatan. Misalkan jika petani hanya memiliki atau menanam satu komoditi saja (padi, jagung, kedelai, sayur, buah dan lain-lain) maka nilai bisnis atau nilai ekonomi yang di dapatkan setelah panen dan terjual berapa? Setelah panen petani harus mengembalikan hutang atau biaya produksi seperti membeli bibit dan pupuk (ini assumsi jika petani menanam komoditi tersebut sendiri tanpa tenaga buruh) namun bagaimana jika harus dengan membayar tenaga buruh? Belum lagi jika keluarga petani mempunyai anak yang masih sekolah, semurah-murahnya biaya pendidikan di negeri ini tetap harus ada biaya yang dikeluarkan. Biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan oleh keluarga petani tidak hanya berhenti sampai disitu masih banyak yang harus dikeluarkan oleh keluarga petani. Alkisah dalam keluarga petani yang terdiri dari bapak petani, ibu petani dan 2 orang anak petani, pada suatu sore setelah panen dan hasil panen terjual terlibat pembicaraan antara pak tani dan ibu tani. Dalam diskusi atau kelakar antar pak tani dan ibu tani tersebut, pak tani memiliki satu keinginan yaitu jika pulang dari ladang atau sawah ingin merasakan minum air dingin yang segar (jika di kota air tersebut ada di dalam kulkas, namun untuk dapat minum air dingin tersebut tidak harus punya kulkas dengan dispenser pun dapat) namun setelah disampaikan maksud tersebut kepada bu tani, dengan panjang lebar bu tani menjelaskan bahwa uang hasil penjualan panen sudah sangat minim bahkan minus jika harus menuruti keinginan pak tani tersebut. Ironis…………..bahkan sangat ironis, jika keluarga petani menginginkan (dispenser atau kulkas) untuk dapat minum air dingin seperti orang-orang kota saja hanya sebatas mimpi, pertanyaannya apakah berlebihan keinginan pak tani tersebut? Sementara pengambil-pengambil kebijakan di negeri ini bisa mendapatkan atau memperoleh keinginan nya bahkan melampaui dari yang mereka dapatkan.
Oleh karena itu yang harus dipikirkan atau solusi dari masalah tersebut adalah dengan menambah jumlah komoditi yang ditanam oleh petani yang nilai jualnya atau nilai ekonomis nya bisa menutupi biaya pengeluaran yang selama ini mereka hadapi. Disini lah peran dan tugas dari pemerhati yang peduli terhadap petani, kita tidak bisa terlalu berharap banyak kepada pemerintah sekalipun itu tugas dari pemerintah namun dengan terlalu kompleksnya permasalah di negeri ini hingga sektor pertanian terabaikan.
Regenerasi Petani.
Ini hal yang terlupakan atau bahkan dilupakan oleh pemerintah, seiring dengan perjalanan waktu pemerintah harus segera memikirkan generasi petani dikemudian hari jika tidak, maka yang akan terjadi adalah negeri ini akan menjadi negeri pengimpor produk-produk pertanian. Stigma bahwa petani itu kotor, dekil, kumel dan bau . namun uang hasil panennya tidak bau. Harus segera di rubah, kembali lagi peran dan tugas dari pemerintah lah yang mestinya melakukan ini. Di keluarga petani adakah diantara anak-anak petani yang melanjutkan menjadi petani? Sekalipun ada mungkin dapat dihitung dengan jari atau bahkan sangat jarang, ada stigma bahwa menjadi petani itu adalah pilihan bagi orang-orang yang gagal atau bangkrut dan ini benar-benar terjadi di daerah Lampung. Saya mendengar langsung dari teman saya yang orang tuanya adalah pedagang di salah satu pasar di wilayah Lampung, namun karena keingintahuan yang besar dari teman saya akan pertanian maka dia mencoba untuk menjadi petani. Namun yang didapat? Jangankan dukungan dari pihak keluarga, yang ada malah dikatakan bahwa teman tersebut sudah gagal dan bangkrut di niaga. Sudah sedemikian parahkan stigma petani tersebut? Tak dapatkah mereka berpikir bahwa sektor pertanianlah yang menyelamatkan negeri ini dari kehancuran sewaktu krisis moneter menghantam negara ini. Lalu dengan jalan seperti apa regenerasi petani dapat terwujud?
Dukungan dari pemerintahlah yang dapat melakukannya, Kementerian Pertanian dan Kementerian Pendidikan melakukan program kerjasama atau MoU, agar dalam dunia pendidikan mulai diperkenalkan bagaimana cara bercocok tanam atau minimal mencintai bercocok tanam, jika selama ini para siswa hanya diperkenal produk-produk pertanian tapi tidak dikenalkan bagaimana cara bercocok tanam. Bentuk dari MoU tersebut tidak harus memasukkan di dalam kurikulum yang sekarang ini sudah ada, nanti malah minat siswa untuk belajar merasa bosan dengan pelajaran yang ada sekarang ini saja sudah membuat para siswa jenuh dan bosan. Dengan adanya ekstra kulikuler maka akan lebih mengena dan tepat sasaran, waktunya pun tidak perlu banyak-banyak minimal dalam seminggu 1 jam saja akan menimbulkan kecintaan para siswa mengenai pertanian. Dengan metode atau cara seperti ini sangat efektif untuk rekrutmen generasi petani di kemudian hari, selain itu juga untuk memproteksi laju urbanisasi bahwa untuk berkarya, berhasil dan menjadi orang sukses tidak harus ke kota cukup dengan menjadi petani maka bisa menjadi orang sukses dan berhasil. Program ini akan efektif jika dimulai dari tingkatan sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) dan dilanjutkan di tingkat SMU atau SMK. Agar nantinya merubah stigma atau maind set bahwa setelah lulus sekolah tidak perlu bekerja dikota (bagi yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi) yang biasanya belum menjanjikan. Terkadang begitu sampai di kota bukan pekerjaan yang didapat malah menjadi kriminalitas (preman, copet dan lain-lain). Hanya dengan metode dan cara seperti inilah maka regenarasi petani dapat kita capai agar kita tidak menjadi negara pengimpor produk-produk pertanian di kemudian hari.
Text
..-SELAMAT DATANG-..
Presiden Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa 'Hidup Matinya Suatu Bangsa ada pada sektor Pertanian'. Negara Indonesia adalah negara agraris, dimana sektor pertanian masih menjadi tulang punggung negara ini untuk tetap berdiri dan berlari. Sudah waktunya sektor pertanian kembali bangkit untuk membawa Indonesia menuju kejayaannya, dan kitalah MAHASISWA PERTANIAN yang akan menorehkan tinta emas itu.
Presiden Ir. Soekarno pernah mengatakan bahwa 'Hidup Matinya Suatu Bangsa ada pada sektor Pertanian'. Negara Indonesia adalah negara agraris, dimana sektor pertanian masih menjadi tulang punggung negara ini untuk tetap berdiri dan berlari. Sudah waktunya sektor pertanian kembali bangkit untuk membawa Indonesia menuju kejayaannya, dan kitalah MAHASISWA PERTANIAN yang akan menorehkan tinta emas itu.
Selasa, 13 September 2011
Rabu, 07 September 2011
Rachel Carson, Kesunyian Musim Semi Akibat Pestisida
“Silent Spring”, itulah judul buku yang dipublikasikan oleh Rachel Carson pada tahun 1962. Buku tersebut telah membangkitkan kesadaran publik akan bahaya pestisida terhadap ekosistem, dan lebih jauh lagi telah mengangkat tindakan legislasi terhadap isu tersebut. Buku ini akhirnya menjadi salah satu bahan referensi utama berbagai artikel atau buku yang bercerita tentang sejarah pengendalian hama terpadu (Integrated Pest Management) di bidang pertanian ataupun sejarah panjang pestisida dan kimia pertanian itu sendiri.
Judul buku yang berarti kesunyian musim semi ini, mengisahkan bagaimana alam di musim semi yang semula cerah ceria penuh dengan suara burung berkicau dan organisme hidup tiba-tiba terusik oleh kehadiran pestisida yang digunakan secara ekstensif terutama di bidang pertanian, dan mengakibatkan terbunuhnya berbagai jenis organisme hidup, dan megancam kehidupan manusia. Buku ini dikemas dalam bentuk tulisan ilmiah bercampur bahasa keseharian, mengemukakan fakta-fakta bagaimana pestisida mengalami akumulasi di dalam rantai makanan hingga akhirnya terakumulasi pada manusia sebagai konsumen puncak pada rantai makanan (food chain).
Siapakah Rachel Carson? Orang yang bernama lengkap Rachel Louise Carson ini, dilahirkan pada tanggal 27 Mei 1907, di Springdale Pennsylvania ? Amerika Serikat. Sejak kecil Rachel Carson telah ditanamkan rasa cinta lingkungan oleh ibunya, sehingga beliau akhirnya memilih biologi kelautan sebagai bidang pendidikannya di Pennsylvania College for Women (kini menjadi Chatam College). Beliau kemudian meraih gelar MA pada tahun 1932 dari John Hopkins University di bidang zoology.
Awal karir bekerjanya dihabiskan sebagai peneliti dan editor di Biro Perikanan Amerika Serikat. Berbagai tulisan dan artikel tentang konservasi sumber daya alam telah dihasilkannya sejak tahun 1936, beberapa di antaranya berisikan tentang pendidikan kecintaan kepada lingkungan dalam bahasa-bahasa puitis dan ilmiah populer.
Tidak banyak prestasi luar biasa yang dihasilkannya selama menjadi seorang peneliti biologi kelautan dan penulis, selain beliau pernah menjadi Pimpinan Editor U.S. Fish and Wildlife Service dan mendapat penghargaan atas studi kelautan yang dibukukan pada “The Sea Around Us” (1952) dan “The Edge of the Sea” (1955). Kepeduliannya terhadap lingkungan membuat beliau merasa terusik atas pertumbuhan penggunaan pestisida sintetis pasca perang dunia kedua. Pada akhirnya beliau mempublikasikan hasil penelitiannya tentang bahaya pestisida terhadap ekosistem melalui “Silent Spring” (1962).
Kehadiran buku ini menimbulkan kontroversi di Amerika Serikat. Berbagai media massa memberitakan tentang buku tersebut, sementara di sisi lain berbagai tekanan diterimanya terutama dari kalangan industri kimia agar beliau bersedia menarik kembali buku tersebut. Sampai akhirnya Kongres Amerika Serikat mengundang Rachel dalam acara dengar pendapat dan mendengarkan kesaksian langsung dari beliau mengenai isu bahaya pestisida tersebut bagi ekosistem, tepat sebelum rapat kongres pada tahun 1963. Dari hasil kesaksian inilah akhirnya dibentuk undang-undang nasional perlindungan lingkungan di Amerika Serikat (NEPA-National Environmental Protection Act) pada tahun 1969.
Rachel Carson meninggal akibat penyakit kanker payudara yang dideritanya pada tahun 1964 atau setahun setelah beliau memberikan kesaksian di depan Kongres Amerika Serikat. Beliau memang tidak sempat melihat tindak lanjut kesaksiannya di depan Kongres Amerika Serikat, namun kita bisa melihat bagaimana beliau memperingatkan dunia akan bahaya pestisida melalui kisah sejarah berkembangnya Integrated Pest Management di berbagai textbook di berbagai belahan dunia. Bahkan pada tahun 2002 yang lalu, dalam 40th Anniversary of Rachel Carson’s Silent Spring, buku tersebut dicetak ulang dalam kemasan baru dengan ditambahkan oleh kata sambutan dari Presiden Amerika Serikat.
Sumber : www.rachelcarson.org ; ‘Silent Spring’ (1962)
Selasa, 06 September 2011
18 MANFAAT DARI MADU
Selain lezat, madu memiliki banyak kandungan vitamin dan mineral, serta dikenal sejak jaman dahulu kala sebagai obat mujarab untuk mengatasi berbagai keluhan penyakit, baik penyakit dalam maupun luar.
Kalau mau dibuat daftar khasiat madu, maka akan menghabiskan berlembar-lembar kertas. Daripada merepotkan, berikut ini adalah penjelasan secara singkat mengenai manfaat dan khasiat madu.
Madu dapat meningkatkan penyerapan kalsium; meningkatkan jumlah hemoglobin dan mencegah/mengobati anemia yang disebabkan oleh faktor-faktor nutrisi; apabila dicampur dengan cuka apel dapat mengobati rematik; menyembuhkan flu dan segala macam penyakit infeksi pernafasan; menyembuhkan penyakit usus; bekerja sebagai pencahar alami; memperlancar pencernaan; mengurangi alergi dan obesitas; menyediakan banyak vitamin dan mineral; dan menyediakan energi instan seperti gula namun lebih aman untuk penderita diabetes.
Apakah sudah selesai? Belum. Madu juga dapat mengobati insomnia dengan cara mengkonsumsinya sebanyak satu atau dua sendok makan setiap malam. Sebagai antiseptik, madu berguna untuk menarik racun atau bisa dari gigitan atau sengatan hewan.
Dibawah ini adalah cara-cara penggunaan madu untuk penyembuhan dan pengobatan:
Kalau mau dibuat daftar khasiat madu, maka akan menghabiskan berlembar-lembar kertas. Daripada merepotkan, berikut ini adalah penjelasan secara singkat mengenai manfaat dan khasiat madu.
Madu dapat meningkatkan penyerapan kalsium; meningkatkan jumlah hemoglobin dan mencegah/mengobati anemia yang disebabkan oleh faktor-faktor nutrisi; apabila dicampur dengan cuka apel dapat mengobati rematik; menyembuhkan flu dan segala macam penyakit infeksi pernafasan; menyembuhkan penyakit usus; bekerja sebagai pencahar alami; memperlancar pencernaan; mengurangi alergi dan obesitas; menyediakan banyak vitamin dan mineral; dan menyediakan energi instan seperti gula namun lebih aman untuk penderita diabetes.
Apakah sudah selesai? Belum. Madu juga dapat mengobati insomnia dengan cara mengkonsumsinya sebanyak satu atau dua sendok makan setiap malam. Sebagai antiseptik, madu berguna untuk menarik racun atau bisa dari gigitan atau sengatan hewan.
Dibawah ini adalah cara-cara penggunaan madu untuk penyembuhan dan pengobatan:
- LUKA BAKAR – Oleskan madu secara merata pada luka bakar. Madu dapat mendinginkan dan mengurangi nyeri serta menyembuhkan luka dengan cepat tanpa meninggalkan bekas luka. Cara ini aman, karena bakteri tidak bisa hidup dalam madu.
- INSOMNIA – Satu atau dua sendok teh madu tiap malam akan membantu anda terlelap. Lebih ampuh lagi kalau dicampurkan dalam segelas susu hangat.
- HIPERAKTIF – Ganti semua gula pasir anda dengan madu. Gula pasir memiliki kemampuan stimulasi yang tinggi, padahal nutrisinya rendah. Sebaliknya madu mampu menyediakan energi melimpah tanpa membuat anak jadi hiperaktif.
- HIDUNG MAMPET – Taruh satu sendok makan madu dalam baskom berisi air panas, lalu hirup uapnya setelah anda menutup kepala anda dengan handuk diatas baskom. Sangat manjur!
- LELAH – Encerkan satu sendok makan madu dengan air hangat lalu diminum. Madu memiliki kandungan utama berupa fruktosa dan glukosa, jadi sangat mudah diserap tubuh. Atlet Yunani kuno selalu mengkonsumsi madu sebelum pertandingan untuk menambah stamina dan setelah pertandingan untuk mendinginkan tubuh.
- MASKER WAJAH – Campurkan madu dengan oatmeal dalam takaran yang sama, kemudian gunakan sebagai masker. Biarkan selama setengah jam lalu bersihkan wajah anda. Madu adalah pembersih wajah yang ampuh untuk menghilangkan jerawat dan noda di wajah.
- GANGGUAN PENCERNAAN – Campurkan madu dengan cuka apel lalu ditambah lagi dengan air. Selain memperlancar pencernaan, ramuan ini juga baik untuk persendian dan penurunan berat badan.
- HAIR CONDITIONER – Oleskan campuran madu dan minyak zaitun pada rambut anda, lalu tutup kepala anda dengan handuk hangat selama setengah hingga satu jam. Kemudian dibilas. Madu dapat memberi nutrisi yang diperlukan rambut dan kulit kepala.
- SAKIT TENGGOROKAN – Biarkan satu sendok teh madu mengalir lambat di tenggorokan anda. Madu berfungsi untuk mengurangi peradangan.
- STRESS – Perpaduan madu dan air adalah stabilizer alami yang luar biasa bagi tubuh kita, karena campuran tersebut memiliki efek menenangkan. Agar lebih efektif, gunakan perbandingan antara madu dan air sebanyak 1:4.
- ANEMIA – Madu adalah "makanan" yang paling bagus untuk darah. Semakin gelap warna madu, semakin banyak pula kandungan mineralnya.
- PENGAWET MAKANAN– Jika anda mengganti gula pada resep kue dan cookies anda, maka kue dan cookies tersebut akan lebih tahan lama, karena madu bersifat anti-bakteri.
- BOTOL BAYI – Empat sendok teh madu yang dilarutkan bersama air dan dimasukkan ke dalam botol bayi akan memberikan efek tenang pada bayi sekaligus menambah asupan multivitamin si bayi. (Perhatian: hanya untuk bayi diatas usia satu tahun). Bagi bayi yang baru tumbuh gigi, mengoleskan madu pada gusi mereka akan membantu mengurangi rasa sakit karena tumbuhnya gigi.
- OSTEOPOROSIS – Penelitian menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi satu sendok teh madu per hari dapat mencegah osteoporosis. Sangat dianjurkan untuk anda yang sudah berusia kepala lima.
- PANJANG UMUR – Orang-orang dengan usia tertua di dunia pada umumnya adalah mereka yang rutin mengkonsumsi madu. Ada satu lagi fakta menarik, yaitu para peternak lebah (yang otomatis juga rajin mengkonsumsi madu ) ternyata lebih sedikit berisiko terserang kanker dan rematik dibandingkan dengan pekerjaan manapun di dunia.
- MIGREN – Saat migren baru menyerang, minumlah campuran satu sendok makan madu dengan setengah gelas air hangat. Jika dirasa perlu, ulangi 20 menit kemudian.
- IRITASI MATA – Larutkan madu dengan air hangat dalam takaran yang sama. Setelah dingin, cuci mata anda yang terkena iritasi dengan larutan tersebut.
- OBAT BATUK – Campur 170 gram madu, 55 gram gliserin dan air perasan dari dua buah jeruk lemon. Aduk rata dan simpan dalam botol yang tertutup rapat. Dapat diminum sewaktu-waktu sebagai obat batuk.
Ada kalanya madu murni yang disimpan lama akan menggumpal. Apabila itu terjadi, anda hanya perlu meletakkan botol madu anda dalam panci berisi air panas (bukan mendidih) selama beberapa saat hingga madu mencair kembali.
Rabu, 24 Agustus 2011
SEGITIGA EMAS : PERTANIAN, KEMISKINAN DAN KAWASAN TIMUR INDONESIA
Ketiga tematik tersebut seluruhnya adalah masalah besar pembangunan nasional jika dimaknai secara harfiah. tapi yang tersembunyi didalamnya adalah justru ketiganya merupakan Peluang Emas bagi mereka yang berfikir jernih, berjiwa membangun, visioner dan pejuang. Mengapa?
Pertama: potensi sumber daya yang terbesar ada pada sektor pertanian, sehingga apabila sektor ini dikelola pembangunannyasecara terencana dengan baik, dengan teknologi modern maka ada jaminan bangsa ini akan menjadi makmur. Salah satu alasan sederhana bahwa produk pertanian adalah sumber pangan bagi manusia yang dibutuhkan sepanjang hidup umat manusia, berarti bahwa kegiatan dan produk pertanian akan berlangsung dan dibutuhkan sepanjang peradaban manusia. Pertanian juga merupakan sumber pendapatan dan kehidupan bagi sebagian besar penduduk Indonesia, sehingga kemajuan pertanian identik dengan kemajuan perekonomian dan kesejahteraan bagi sebagian besar penduduk negeri ini. Dengan demikian kebarhasilan pembangunan pertanian akan mendulang emas yang tidak ternilai, karena selain menjamin ketersediaan pangan, juga penghasil devisa, penyediaan kesempatan kerja, membangun pedesaan dan ekonomi kerakyatan.
Kedua: tema kemiskinan yang semakin menghantui penduduk bumi ini jumlahnya cenderung semakin meningkat. Bukankah saat ini telah mencapai 1,2 milyar dari 6,5 milyar penduduk bumi ini, tergolong masyarakat rawan pangan alias miskin. Itulah sebabnya, semua petinggi negara diseluruh belahan bumi ini semakin prihatin dan sibuk memikirkan dan merumuskan kebijakan/program untuk mengurangi jumlah penduduk miskin termasuk salah satu diantaranya adalah diluncurkannya program Millenium Development Goals (MDGs). Disadari bahwa kwmiskinan memiliki dampak sistemik terhadap seluruh sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kemiskinan adalah fenomena sosial yang harus diperangi oleh seluruh model-model pembangunan disemua negara. Menurunkan angka kemiskinan sampai titik yang dapat ditolerir bahkan nol persen adalah suatu keberhasilan yang luar biasa bagi suatu bangsa. Pemerintah patut mendapatkan apresiasi, karena menemukan model pembangunan yang menyelesaikan masalah kemiskinan secara permanen. Pemerintah berhasil menebar emas bagi masyarakatnya, memberikan kesejahteraan.
Ketiga: Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, adalah negara kewilayahan yang semestinya mengalami perlakuan dan perkembangan yang equal, proporsional, adil dan merata sehingga tidak terjadi ketimpangan antar wilayah, antar pulau dan antar desa dan kota sehingga terjadi integrasi dan harmonisasi, sinergi yang kuat antar wilayah sebagai satu kesatuan negara dan bangsa. Ketertinggalan pembangunan di salah satu kawasan berpotensi menjadi sumber masalah nasional yang jika tidak ditangani secara proporsional dapat menjadi sumber pemicu ketidak adilan yang dapat mengkristal menjadi ancaman disintegrasi bangsa. Kawasan timur adalah bagian integral dari wilayah NKRI, yang memerlukan sentuhan, perhatian, dan keadilan dalam pembangunan. Keberhasilan membangun KTI akan menciptakan kesejahteraan tidak hanya di KTI tapi bagi seluruh bangsa. Menbangun KTI berarti menciptakan emas untuk kesejajteraan bangsa, karena potensi ekonomi (dus, potensi emas) dikawasan tersebut terutama di sektor pertanian luar biasa besarnya.
Ketiga tematik tersebut, juga saling terkait atau interdependensi (Interrelated). Juga bersifat komplementer dalam pengertian bahwa apabila salah satu diantaranya dirancang dengan baik pembangunannya, maka akan berdampak pada dua tematik yang lain. Sebagai ilustrasi; membangun pertanian dengan baik di KTI akan menyelesaikan masalah kemiskinan, masalah ketimpangan antar wilayah, karena potensi KTI secara umum adalah pada sektor pertanian (termasuk perikanan dan kehutanan). Pada skenario lain, jika kita ingin membangun kawasan timur maka investasi di pertanian hampir menjada jawaban tunggal, karena potensinya pada sumber daya alam dan pelaku pertanian adalah petani/nelayan yang sebagian besar tergolong miskin. Skenario terakhir jika kita ingin memberatas kemiskinan, maka kegiatan dan program yang paling sesuai dengan karakteristik dan keterampilan masyarakat miskin adalah berusaha di bidang pertanian, dan sekali lagi peluang untuk usaha pertanian yang potensinya besar ada di Kawasan Timur Indonesia.
Ada kemiripan dari model three in one dalam mendorong ketiga tematik tersebut dalam menyelesaikan persoalan bangsa. Karena apabila salah satu diantaranya disentuh maka akan terasa dampaknya oleh dua yang lain. Sebaliknya apabila salah satu tidak tersentuh sangat berpotensi pada penghambatan perkembangan yang dua lainnya. Misalnya apabila pembangunan pertanian tidak banyak diarahkan ke KTI, maka program pengentasan kemiskinan akan berjalan lambat, karena budaya masyarakatnya adalah bertani, keterampilan yang dimiliki oleh mereka yang berdiam di KTI adalah dibidang cocok tanam dan nelayan. Kelambatan pembangunan pertanian di KTI, akan menyebabkan tidak hanya kawasan itu mengalami kelambatan tapi juga berpengaruh pada kawasan Barat Indonesia. Mengapa? Karena tidak akan terjadi transformasi kesempatan kerja yang memadai. di KBI khsusnya Pulau Jawa yang telah mengalami over population memerlukan alternatif kawasan untuk menampung surplus tenaga kerja dan penduduk yang ada di KBI tersebut sehingga sebetulnya membangun KTI berarti membangun KBI dan membangun seluruh negeri dan bangsa.
Lalu Segitiga Emasnya dimana dan dalam konteks apa?
Pertama; ketiga tematik tersebut adalah pundi-pundi peluang emas bagi mereka atau bagi bangsa yang dapat menyelesaikan ketiga masalah pembangunan nasional tersebut secara simultan. Bangsa ini akan menjadi the champions dan ganjarannya adalah medali emas, jika dapat menyelesaikan dan membangun ketiga tematik tersebut. Tapi jika hanya dua tematik yang diselesaikan barangkali medalinya perak dan bila hanya satu yang dapat diselesaikan maka hadiahnya adalah medali perunggu. Dapat juga diterjemahkan bahwa penyelesaian dan pembangunan setiap tematik secara baik dan tepat sasaran, maka berarti pemerintah dan bangsa ini akan memperoleh Medali Emas. Dengan menyelesaikan ketiga persoalan tersebut, berarti terdapat 3 medali emas bagi pemerintah dan bangsa dan itulah sebabnya disebut Segitiga Emas.
Kedua; Pemecahan persoalan dari ketiga tematik tersebut bermuara pada peningkatan kesejahteraan, peningkatan pendapatan, peningkatan perekonoian. dalam teori ekonomi dasar sangat banyak digunakan emas sebagai standar kekuatan ekonomi, standar kesejahteraan, standar kekayaan individu dan negara. Siapa yang memiliki banyak emas maka dia akan mendapat predikat kaya, sejahtera, maju dan berkembang. Dapat juga diartikan semakin berhasil bangsa ini membangun pertanian, membangun Kawasan Timur dan semakin berkurangnya kemiskinan, maka bangsa ini akan semakin sejahtera, semakin berkeadilan, semakin merata dengan demikian semakin banyak mencetak emas bagi bangsa ini.
Dikutip dari Pengantar Buku 'SEGITIGA EMAS: PERTANIAN, KEMISKINAN DAN KAWASAN TIMUR INDONESIA'
Oleh : Dr. Ir. Iskandar Andi Nuhung, MS
Pembina IBEMPI
Impor Beras Dapat Dihentikan dengan Pengoptimalan APBN
Medan. Impor beras yang masih dilakukan pemerintah dalam memenuhi kebutuhan produksi di dalam negeri harus dapat dihentikan, dengan mengoptimalkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012 sebesar Rp 17,8 triliun di Kementerian Pertanian. Pengamat Ekonomi Universitas Sumatera Utara (USU) Jhon Tafbu Ritonga mengatakan, dana yang dialokasikan pemerintah untuk Kementerian Pertanian sebesar Rp 17,8 triliun bisa didorong dalam peningkatan sub sektor pangan, irigasi yang bagus serta penyebaran benih dan pupuk yang lancar.
"Pemerintah pusat hingga kabupaten/kota harus benar-benar fokus dalam mengupayakan target produksi tanaman pangan khususnya padi di tahun depan, sehingga tidak perlu lagi melakukan kebijakan impor yang lebih besar menyerap dana," ujarnya, Kamis (18/8).
Dikatakannya, nilai absolut dana tersebut memang banyak tapi mengingat sektor pertanian penyerap tenaga kerja, maka angka APBN itu menjadi kecil. Masih jauh di bawah dibanding dengan subsidi utang perbankan, BBM dan energi. "Lebih 40% sektor ini penyerap tenaga kerja terbanyak, jadi anggaran yang dialokasikan menjadi kecil," katanya.
Untuk kebijakan impor beras sendiri, lanjut Ritonga, pemerintah harus dapat mengontrol penggunaan budget yang bagus dan lancar. Dana Rp 17,8 triliun jangan dijadikan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa).
Kalau saja pencapaian produksi padi di Indonesia dapat meningkat hingga aman dalam stok kebutuhan nasional, maka tidak diperlukan impor dari luar negeri seperti dari Vietnam dan Thailand. Apalagi Indonesia masih menjadi negara agraris yang lahannya subur dan dapat ditanam komoditi apapun. "Pemerintah harus kerja ekstra giat dalam meningkatkan produksi padi. Sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan di lapangan harus dapat terpenuhi ditambah lagi dengan peningkatan teknologi," jelasnya.
Sementara untuk pertumbuhan ekonomi 6,5% dengan alokasi APBN 2012 senilai Rp 1.418,5 triliun, ditambahkan Ritonga, dapat tercapai dengan catatan belanja investasi dan rutin ke sektor-sektor ekonomi berjalan lancar atau daya serap anggaran optimal.
Menurutnya, nilai APBN itu cukup besar dan secara relatif juga lumayan dengan arti dampak pertumbuhannya besar tapi tidak cukup untuk mendorong tercapainya hingga di atas 6,7%.
"Masih sangat penting dan dominan roda ekonomi swasta ditingkatkan, namun itu juga kembali lagi pada pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif," imbuhnya.
Penasihat Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut, MPL Tobing meminta pemerintah meniadakan impor beras untuk tahun depan, karena dikhawatirkan harga jual produksi petani anjlok dan menghancurkan petani.
"Pemerintah seharusnya dapat membantu petani di dalam negeri dalam harga pemasaran dan peningkatan produksi dibandingkan melakukan impor beras. Dengan APBN yang diterima kementerian pertanian diharapkan dapat membantu dalam penyediaan sarana dan prasarana termasuk distribusi pupuk dan benih bersubsidi serta irigasi," ujarnya.
Impor beras yang telah dilakukan hanya menguntungkan oknum-oknum dari pemerintah. Sebab selama ini berdasarkan data Indonesia bisa swasembada beras tapi realisasinya tetap saja melakukan impor. "Berarti data selama ini hanya bohong. Pemerintah lebih memilih impor untuk mencari keuntungan sendiri, dibandingkan membantu petani dalam menghasilkan produksi beras di dalam negeri," ungkapnya.
Belum Terganggu
Sementara Kepala Dinas Pertanian Sumut, Muhammad Roem, menyatakan, kebijakan impor beras belum menganggu produksi dan harga beras ditingkat petani. "Sampai saat ini harga gabah lokal masih tinggi atau diatas HET, jadi petani masih untung. Dengan begitu berarti impor beras belum mengganggu," katanya.
Memang yang dikhawatirkan selama ini, tambah Roem, masuknya beras impor akan melemahkan harga beras lokal. Tapi karena beras impor tidak dilepas ke pasar, membuat harga gabah petani tetap bertahan tinggi. "Namun begitu, Bulog tetap harus selektif atau tetap sasaran seperti untuk kebutuhan Raskin. Saat harga gabah lokal turun, Bulog harus hentikan impor dan bahkan membeli gabah petani," tuturnya.
Sedangkan untuk produksi padi hingga Mei 2011, sudah mencapai 1,86 juta ton dari realisasi panen 390.051 hektare dan tanam 242.968 hektare. Sedangkan target produksi pada Angka Ramalan II (ARAM II) 2011 mencapai 3,6 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) atau naik dibandingkan dengan produksi padi 2010 sebanyak 3,58 juta ton. "Target produksi kita memang naik pada Aram kedua ini. Melihat dari iklim di Sumut, kita optimis target dapat teralisasi," pungkasnya.
Sabtu, 20 Agustus 2011
Tasikmalaya Tingkatkan Produksi Beras
Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, untuk keempat kalinya mendapat penghargaan dari Presiden Republik Indonesia atas prestasinya meningkatkan produksi beras di atas lima persen per tahun. Penghargaan ini diharapkan menjadi semangat bagi petani untuk terus berinovasi dalam dunia pertanian.
"Ini adalah prestasi yang harus selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun baik dari padi konvensional dan organik," kata Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ullum di Tasikmalaya, Sabtu (20/8/2011). Penghargaan itu diserahkan di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (19/8/2011).
Uu mengatakan, penghargaan pertama kali diberikan pada tahun 2007 dan berturut-turut diperoleh hingga tiga tahun setelahnya. Tahun 2006 produksi padi di Tasikmalaya mencapai 569.200 ton dengan luas 49.507 hektar. Setahun kemudian meningkat menjadi 620.277 ton dari luas lahan 49.507 hektar.
Peningkatan kembali terjadi tahun 2008 sebanyak 662.983 ton dari luas lahan sebesar 49.5 07 hektar. Tahun 2009, Kabupaten Tasikmalaya berhasil meningkatkan produktivitas beras menjadi 710.237 ton dari lahan seluas 49.568 hektar.
"Atas kerja keras petani tahun 2010, Tasikmalaya kembali mampu meningkatkan produksi beras menjadi 680.000 ton dari 49.662 hektar. Tahun 2011 ditargetkan 719.000 dari luas lahan 46. 662 hektar," tutur Uu.
Sumber : http://regional.kompas.com/read/2011/08/20/23595918/Tasikmalaya.Tingkatkan.Produksi.Beras.
Format Membangun Indonesia Berbasis Kerakyatan
Ada beberapa tahapan yang mesti dimulai bila format pembangunan industri berbasis sumber daya alam (SDA) dan kerakyatan akan diusung dalam rangka pembangunan nasional. Pertama adalah mereposisi cara pandang yang cenderung bersifat undervalue di kalangan ekonom maupun politisi nasional terhadap sektor-sektor ekonomi berbasis SDA, seperti kelautan dan perikanan, pertanian, petemakan, kehutanan, dan pariwisata.
Reposisi ini merupakan strategi untuk menciptakan capacity building bagi pembangunan sektor berbasis SDA yang cenderung dimaknai sebagai sektor yang pasif atau penunjang pembangunan industri. Salah satu caranya adalah merekategorisasi sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan sektor-sektor berbasis SDA.
Sektor-sektor berbasis SDA mesti diposisikan sebagai sektor yang terintegral dengan kegiatan industri dan tidak dipandang terpisah dengan industri manufaktur maupun jasanya. Integrasi ini membuat sektor berbasis SDA mesti dipandang sebagai suatu sistern mata rantai yang mengingat para pelaku produksi hingga ke tingkat jasa ke konsumen akhir. Lewat rekategorisasi ini maka konstribusi sektor berbasis SDA pada PDB nasional, sejatinya jauh lebih besar dari sekadar penyedia kebutuhan pokok semata.
Kedua, kerangka integrasi tersebut harus diikuti dengan pendekatan penguatan basis kerakyatan yang terdiri atas penguatan kelembagaan masyarakat dan tegaknya mekanisme pasar yang sehat Penguatan basis kerakyatan ini dimaksudkan untuk mempersentuh secara langsung antara pasar dan aktivitas produksi di sektor berbasis SDA yang selama ini cenderung distortif, akibat imbas kebijakan masa lalu yang lebih menguntungkan konsumen dan produsen pengguna input di perkotaan.
Di sisi lain, karakteristik produk sektor berbasis SDA membuat kecilnya elastisitas transmisi harga yang terjadi di pasar produknya. Selama ini, kecilnya elastisitas transmisi harga telah membuat kenaikan harga di tingkat konsumen tidak dapat dinikmati oleh pelaku bisnis sektor berbasis SDA.
Sedangkan penguatan basis kerakyatan dalam kerangka industrialisasi berbasis SDA di Indonesia dapat ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, perbaikan kelompok nelayan, pembudidaya ikan dan petani di setiap daerah produksi.
Perbaikan ini ditujukan untuk memperkuat jalur informasi dan komunikasi antarkelompok, baik dalam rangka peningkatan produksi, pengenalan teknologi, maupun penyebarluasan informasi pasar. Termasuk dalam hal ini adalah pengembangan institusi yang memperkuat lembaga ekonomi rakyat, seperti koperasi yang telah lazim dikenal di masyarakat. Melalui lembaga-lembaga ini diharapkan akan tercipta badan-badan usaha milik rakyat yang memiliki bargaining position, tidak hanya di tingkat ekonomi dan desa, tapi juga secara ekonomi dan politik mampu memiliki posisi tawar yang lebih besar pada pasar, pemerintah, dan lembaga keuangan.
Kedua, pengembangan komoditas sektor berbasis SDA dan masyarakat. Hal ini terkait dengan desentralisasi yang membuka peluang bagi masyarakat untuk menentukan sendiri jenis-jenis komoditi yang dipilih untuk diproduksi. Beberapa kritik tentang penyeragaman komoditas kelautan dan perikanan serta pertanian di masa lalu dapat dijadikan argumen bahwa penyeragaman produk cenderung menciptakan bias dan kegagalan dalam pembangunan pertanian.
Dalam kerangka ini, komoditas-komoditas unggulan yang laku di pasar domestik maupun internasional dapat dipilih oleh nelayan, pembudidaya ikan dan petani, sesuai dengan penguasaan teknologi dan faktor produksi. Hal ini merupakan konsekuensi dari informasi pasar dan komunikasi yang tercipta lewat jaringan kerja antarkelompok-kelompok pelaku dengan pasar.
Ketiga, tentu saja penyediaan dan perbaikan infrastruktur produksi sektor berbasis SDA dan pemasaran yang terkait dengan pembangunan jalan, sarana irigasi, pengenalan teknologi, dorongan investasi, pengembangan SDM, dan sebagainya. Hal ini erat hubungan dengan penciptaan overhead ekonomi dan sosial. Semuanya terkait dengan pemerintah sebagai pemegang kebijakan pembangunan sektor berbasis SDA dan ekonomi.
Penulis adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Rl dan Guru Besar di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sumber : http://www.ppnsi.org/index.php?option=com_content&view=article&id=155:format-membangun-indonesia-berbasis-kerakyatan&catid=29:perikanan-a-kelautan&Itemid=116&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Reposisi ini merupakan strategi untuk menciptakan capacity building bagi pembangunan sektor berbasis SDA yang cenderung dimaknai sebagai sektor yang pasif atau penunjang pembangunan industri. Salah satu caranya adalah merekategorisasi sektor-sektor yang berhubungan langsung dengan sektor-sektor berbasis SDA.
Sektor-sektor berbasis SDA mesti diposisikan sebagai sektor yang terintegral dengan kegiatan industri dan tidak dipandang terpisah dengan industri manufaktur maupun jasanya. Integrasi ini membuat sektor berbasis SDA mesti dipandang sebagai suatu sistern mata rantai yang mengingat para pelaku produksi hingga ke tingkat jasa ke konsumen akhir. Lewat rekategorisasi ini maka konstribusi sektor berbasis SDA pada PDB nasional, sejatinya jauh lebih besar dari sekadar penyedia kebutuhan pokok semata.
Kedua, kerangka integrasi tersebut harus diikuti dengan pendekatan penguatan basis kerakyatan yang terdiri atas penguatan kelembagaan masyarakat dan tegaknya mekanisme pasar yang sehat Penguatan basis kerakyatan ini dimaksudkan untuk mempersentuh secara langsung antara pasar dan aktivitas produksi di sektor berbasis SDA yang selama ini cenderung distortif, akibat imbas kebijakan masa lalu yang lebih menguntungkan konsumen dan produsen pengguna input di perkotaan.
Di sisi lain, karakteristik produk sektor berbasis SDA membuat kecilnya elastisitas transmisi harga yang terjadi di pasar produknya. Selama ini, kecilnya elastisitas transmisi harga telah membuat kenaikan harga di tingkat konsumen tidak dapat dinikmati oleh pelaku bisnis sektor berbasis SDA.
Sedangkan penguatan basis kerakyatan dalam kerangka industrialisasi berbasis SDA di Indonesia dapat ditempuh melalui langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, perbaikan kelompok nelayan, pembudidaya ikan dan petani di setiap daerah produksi.
Perbaikan ini ditujukan untuk memperkuat jalur informasi dan komunikasi antarkelompok, baik dalam rangka peningkatan produksi, pengenalan teknologi, maupun penyebarluasan informasi pasar. Termasuk dalam hal ini adalah pengembangan institusi yang memperkuat lembaga ekonomi rakyat, seperti koperasi yang telah lazim dikenal di masyarakat. Melalui lembaga-lembaga ini diharapkan akan tercipta badan-badan usaha milik rakyat yang memiliki bargaining position, tidak hanya di tingkat ekonomi dan desa, tapi juga secara ekonomi dan politik mampu memiliki posisi tawar yang lebih besar pada pasar, pemerintah, dan lembaga keuangan.
Kedua, pengembangan komoditas sektor berbasis SDA dan masyarakat. Hal ini terkait dengan desentralisasi yang membuka peluang bagi masyarakat untuk menentukan sendiri jenis-jenis komoditi yang dipilih untuk diproduksi. Beberapa kritik tentang penyeragaman komoditas kelautan dan perikanan serta pertanian di masa lalu dapat dijadikan argumen bahwa penyeragaman produk cenderung menciptakan bias dan kegagalan dalam pembangunan pertanian.
Dalam kerangka ini, komoditas-komoditas unggulan yang laku di pasar domestik maupun internasional dapat dipilih oleh nelayan, pembudidaya ikan dan petani, sesuai dengan penguasaan teknologi dan faktor produksi. Hal ini merupakan konsekuensi dari informasi pasar dan komunikasi yang tercipta lewat jaringan kerja antarkelompok-kelompok pelaku dengan pasar.
Ketiga, tentu saja penyediaan dan perbaikan infrastruktur produksi sektor berbasis SDA dan pemasaran yang terkait dengan pembangunan jalan, sarana irigasi, pengenalan teknologi, dorongan investasi, pengembangan SDM, dan sebagainya. Hal ini erat hubungan dengan penciptaan overhead ekonomi dan sosial. Semuanya terkait dengan pemerintah sebagai pemegang kebijakan pembangunan sektor berbasis SDA dan ekonomi.
Penulis adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Rl dan Guru Besar di Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sumber : http://www.ppnsi.org/index.php?option=com_content&view=article&id=155:format-membangun-indonesia-berbasis-kerakyatan&catid=29:perikanan-a-kelautan&Itemid=116&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Kamis, 18 Agustus 2011
Pertanian Organik, Teknologi Ramah Lingkungan
Pertanian organik yang semakin berkembang belakangan ini menunjukkan adanya kesadaran petani dan berbagai pihak yang bergelut dalam sektor pertanian akan pentingnya kesehatan dan keberlanjutan lingkungan. Revolusi hijau dengan input bahan kimia memberi bukti bahwa lingkungan pertanian menjadi hancur dan tidak lestari. Pertanian organik kemudian dipercaya menjadi salah satu solusi alternatifnya.
Pengembangan pertanian organik secara teknis harus disesuaikan dengan prinsip dasar lokalitas. Artinya pengembangan pertanian organik harus disesuaikan dengan daya adaptasi tumbuh tanaman/binatang terhadap kondisi lahan, pengetahuan lokal teknis perawatannya, sumber daya pendukung, manfaat sosial tanaman/ binatang bagi komunitas.
Pertanian organik memandang alam secara menyeluruh, komponennya saling bergantung dan menghidupi, dan manusia adalah bagian di dalamnya. Prinsip ekologi dalam pertanian organik didasarkan pada hubungan antara organisme dengan alam sekitarnya dan antarorganisme itu sendiri secara seimbang. Pola hubungan antara organisme dan alamnya dipandang sebagai satu – kesatuan yang tidak terpisahkan, sekaligus sebagai pedoman atau hukum dasar dalam pengelolaan alam, termasuk pertanian.
Dalam pelaksanaannya, sistem pertanian organik sangat memperhatikan kondisi lingkungan dengan mengembangkan metode budi daya dan pengolahan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Sistem pertanian organik diterapkan berdasarkan atas interaksi tanah, tanaman, hewan, manusia, mikroorganisme, ekosistem, dan lingkungan dengan memperhatikan keseimbangan dan keanekaragaman hayati. Sistem ini secara langsung diarahkan pada usaha meningkatkan proses daur ulang alami daripada usaha merusak ekosistem pertanian (agroekosistem).
Pertanian organik banyak memberikan kontribusi pada perlindungan lingkungan dan masa depan kehidupan manusia. Pertanian organik juga menjamin keberlanjutan bagi agroekosistem dan kehidupan petani sebagai pelaku pertanian. Sumber daya lokal dipergunakan sedemikian rupa sehingga unsur hara, bimassa, dan energi bisa ditekan serendah mungkin serta mampu mencegah pencemaran.
Bahan alami
Pemanfaatan bahan-bahan alami lokal di sekitar lokasi pertanian seperti limbah produk pertanian sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik seperti kompos sangat efektif mereduksi penggunaan pupuk kimia sintetis yang jelas-jelas tidak ramah lingkungan. Demikian juga dengan pemanfaatan bahan alami seperti tanaman obat yang ada untuk dibuat racun hama akan mengurangi penggunaan bahan pencemar bahaya yang diakibatkan pestisida, fungisida, dan insektisida kimia.
Penggunaan mikroorganisme pada pembuatan pupuk organik, selain meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, juga akan mengurangi dampak pencemaran air tanah dan lingkungan yang timbul akibat pemakaian pupuk kimia berlebihan. Di samping itu, banyak mikroorganisme di alam yang memiliki kemampuan mereduksi dan mendegradasi bahan-bahan kimia berbahaya yang diakibatkan pencemaran dari bahan racun yang digunakan dalam aktivitas pertanian konvensional seperti racun serangga dan hama.
Dengan kemajuan teknologi, pertanian organik adalah pertanian ramah lingkungan yang murah dan berteknologi sederhana (tepat guna) dan dapat dijangkau semua petani di Indonesia.
Serangga hama dan musuh alami merupakan bagian keanekaragaman hayati. Serangga hama memiliki kemampuan berbiak yang tinggi untuk mengimbangi tingkat kematian yang tinggi di alam. Keseimbangan alami antara serangga hama dan musuh alami sering dikacaukan penggunaan insektisida kimia yang hanya satu macam.
Pertanian organik bukan hanya baik bagi kesehatan, tetapi juga bagi lingkungan bumi. Beberapa ahli pertanian Amerika Serikat yakin pertanian organik merupakan cara baru mengurangi gas-gas rumah kaca yang menyumbang pemanasan global. Laurie Drinkwater, ahli manajemen tanah dan ekologi Rodale Institute di Kutztown, Pennsylvania, AS bersama koleganya membandingkan pertanian organik dengan metode sebelumnya yang menggunakan pupuk kimia selama 15 tahun. Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature (Desember 1998) jika pupuk organik digunakan dalam kawasan pertanian kedelai utama di AS, setiap tahun, karbon dioksida di atmosfer dapat berkurang 1-2%.
Drinkwater mengatakan, pengurangan ini merupakan kontribusi yang sangat berarti. Selain itu negara-negara industri sepakat dalam pertemuan Bumi di Kyoto Jepang untuk mengurangi emisi karbondioksida sampai 5,2% dari tahun 1990 hingga tahun 2008-2012. Dalam penelitian ini juga ditemukan, pertanian organik menggunakan energi 50% lebih kecil dibandingkan dengan metode pertanian konvensional.
Demikianlah, fakta mengungkapkan bahwa sistem pertanian organik adalah pertanian yang ramah lingkungan. Artinya, pelaku sistem pertanian organik telah berusaha tidak merusak dan menganggu keberlanjutan komponen-komponen lingkungan yang terdiri atas tanah, air, udara, tanaman, binatang, mikroorganisme, dan tentunya manusia. Bila kita sudah melakukan ini, termasuk mengonsumsi produk pertanian organik, sejatinya cerminan pribadi Anda yang ramah lingkungan.***
Penulis: Pegiat dan pemberdaya masyarakat tani padi organik “SRI” dan praktisi pertanian organik.
sumber : website ahmad heryawan (Gubernur Jawa Barat).
Kamis, 28 Juli 2011
BERSAMA IBEMPI KITA BANTU INDONESIA
Semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang berada pada garis kemiskinan, tak memiliki atap untuk berteduh, tak ada daya untuk mengenyam pendidikan. Rumah-rumah kumuh, anak-anak terlantar yang terbebani oleh hal-hal yang bukan tanggungjawabnya. Mengais rezeki pada masa seharusnya ia duduk manis di bangku sekolah, masa seharusnya ia bercanda tawa dengan kawan sebayanya. Beban hidup semakin berat namun tak sejalan dengan penghasilan yang diperoleh.
Untuk merubah Indonesia menuju arah lebih baik, IBEMPI mengajak kawan-kawan semua untuk bersama-sama kita Bantu Indonesia. Klik untuk menggunakan Aplikasi Bantu Indonesia, dengan aplikasi Bantu Indonesia kawan-kawan bisa donasi hanya dengan Facebook wall saja.
Mari bersama-sama mewujudkan mimpi merubah Indonesia menjadi LEBIH BAIK.
www.bantuindonesia.com
SEMANGAT MENGABDI UNTUK RAKYAT. !!!!
Rabu, 20 Juli 2011
KUNJUNGAN IBEMPI KE KEMENTRIAN PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA
Setelah dilantik pada tanggal 03 Juli 2011 lalu sebagai Presidium Nasional IBEMPI periode 2011-2012 di Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Beberapa Presnas baru ini dengan ditemani oleh beberapa Presnas terdahulu yang sekarang menjabat sebagai Badan Penasehat Organisasi (BPO), pun dengan beberapa Staff Ahli mengadakan kunjungan ke kantor Kementrian Pertanian Republik Indonesia dalam langkah awal pergerakannya pada hari jum’at (8/7).
Kegiatan kunjungan tersebut adalah untuk memperkenalkan pengurus baru IBEMPI kepada Pembina IBEMPI sendiri, yakni Bapak Dr. Ir. Iskandar Andi Nuhung, MS yang merupakan Staff Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi. Selain itu pun untuk mempererat tali silaturahmi. Dalam pepatah disebutkan, ‘tak kenal maka tak sayang’. Maka perbincanganpun diawali dengan perkenalan satu sama lain yang kemudian dilanjutkan dengan perbincangan yang lain.
“Pertanian saat ini baik secara Global maupun Regional sedang mengalami tantangan yang cukup berat, hamper di semua Negara permasalahannya sama yaitu dalam bidang pangan”. Ungkap pak Iskandar saat memulai perbicangan terkait 3 tantangan yang dihadapi oleh para Mahasiswa, “saya sangat berharap sekali akan adanya pemikiran-pemikiran cerdas dari kalian-kalian yang tentu menggeluti bidang pertanian”, lanjutnya mengenai tantangan pertama tersebut. Beliau menharapkan adanya pergerakan dari para mahasiswa pertanian berupa kajian-kajian, yang nantinya menghasilkan sebuah pemikiran cerdas dalam menjawab tantangan Pertanian yang sedang dihadapi. Dengan begitu tentu secara langsung ataupun tidak langsung mahasiswa tersebut telah peduli akan bidang ilmunya.
Tantangan kedua adalah menjadi warna positif dalam perkembangan kampus. “Sebagai generasi muda, mahasiswa tentu tak terlepas dari dinamika perkembangan Bangsanya, karena pun merupakan komponen Bangsa yang tidak dapat dipisahkan. Namun penting adanya mahasiswapun terlibat akan dinamika perkembangan kampusnya, jadilah warna positif di kampus masing-masing”. Kata pak Iskandar lagi. Beliaupun menegaskan bahwa sanya tentu banyak sekali organisasi di kampus masing-masing, setiap Fakultas pasti mempunyai BEM. Tapi jadilah yang terbaik diantara BEM-BEM tersebut, jadilah warna positif yang akan menjadi contoh bagi BEM-BEM lain.
“Pun saat ini kalian masih belajar, menuntut ilmu di Institusi masing-masing toh? Maka belajarlah yang rajin, jangan sampai lalai karena organisasi yang kalian geluti”, lanjut pak Iskandar mengungkapkan tantangan ke-3 sebagai mahasiswa. Yang ditekankan disini adalah bagaimana para mahasiswa dapat menyeimbangkan antara Organisasi dan Akademiknya. Tentu Beliau sangat berharap para penerus Bangsa ini tidak hanya pintar dalam berorganisasi namun dalam hal pemikiranpun mereka tetap menunjukan intelektualitasnya. “Karena tidak menutup kemungkinan kalian lah yang akan mengganti posisi-posisi kami disini”, tambahnya.
“Organisasi memang sangatlah penting, hampir sebagian besar orang yang berhasil di dunia pasca kampus adalah mahasiswa yang aktif di organisasi”. Beliau pun menjelaskan perbedaan antara mahasiswa yang berorganisasi dan yang tidak berorganisasi. Menurutnya orang yang pada masa kampusnya berorganisasi tentu memiliki kelebihan dibandingkan yang lainnya, baik dari segi soft skill, jaringan, pergaulan yang luas dan wawasan yang lebih luas juga. “Tentu tidak dengan melalaikan akademik kalian”, tambahnya.
Sedangkan untuk IBEMPI sendiri Bapak Dr.Ir. Iskandar Andi Nuhung, MS berpesan bahwa IBEMPI merupakan organisasi besar yang terkumpul dari BEM-BEM Fakultas Pertanian se-Indonesia ada baiknya menjalin korelasi juga dengan Organisasi Luar Negeri tentu yang berbasis Pertanian, adakan Study Banding dan pengkajian bersama terkait masalah Pertanian. “Jika masih belum bisa menjangkau yang jauh, jangkaulah yang dekat dulu seperti Malaysia atau Singapura dan yang lainnya”, tandas pak Iskandar menutup perbincangan.
Abdul Azis
PRESIDIUM NASIONAL V IBEMPI (Bidang Kominfo)
Abdul Azis
PRESIDIUM NASIONAL V IBEMPI (Bidang Kominfo)
Agroteknologi 2009, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung.
CP : 085722335960
SELAMAT MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN
Segenap Pengurus Ikatan Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian Indonesia (IBEMPI)
mengucapkan:
SELAMAT MENYAMBUT
BULAN SUCI
RAMADHAN 1432 H
BAGI YANG MELAKSANAKAN
Semoga kita semua disampaikan pada bulan penuh Berkah tersebut.
..Aamiin..
BARAKALLAH
Selasa, 19 Juli 2011
GEBYAR PERTANIAN 2011
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Tema GEBYAR PERTANIAN : “Kebangkitan Pertanian Macan Asia“
Tema Lomba GEBYAR PERTANIAN : “Bersama Pertanian Ciptakan Kemandirian Dan Ketahanan Pangan Nasional Yang Bersahabat ”.
Macam – macam perlombaan GEBYAR PERTANIAN
1. Lomba Karya Tulis Ilmiah
2. Lomba Fotografi
3. Lomba Karikatur
4. Lomba Cerdas Cermat Pertanian
5. Lomba Debat Pertanian
Ketentuan umum Perlombaan
- · Warga Negara Indonesia
- · Menyertakan fotocopy identitas diri, misal: Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu pelajar, Kartu Tanda Mahasiswa
- · Peserta terlebih dahulu mendaftarkan diri dengan mengirimkan form pendaftaran ke alamat email gebyar.pertanian2011@gmail.com
- · Tiap peserta melampirkan hardcopy formulir pendaftaran yang dikirimkan via email ke panitia
- · Seluruh hasil karya yang dilombakan tidak mengandung unsur pornografi, SARA, dan merupakan hasil karya sendiri (bukan merupakan jiplakan) dan belum pernah dipublikasikan atau dilombakan sebelumnya.
- · Setiap karya yang dikirimkan tidak diperkenankan sedang berpartisipasi atau telah memenangkan penghargaan dalam kompetisi serupa di tempat lain
- · Seluruh hasil karya yang dilombakan menjadi milik panitia sebatas dokumentasi, dan tidak akan dikembalikan.
- · Keputusan Juri adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat
- · Pihak Panitia tidak melayani segala bentuk tuntutan dari pihak manapun sehubungan dengan hasil perlombaan.
- · Hasil karya yang dilombakan harus diterima panitia paling lambattanggal 21 September baik melalui pos atau dapat dikirim langsung ke panitia
Alamat:
Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB
Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga Gedung Fakultas Pertanian Wing 15 Level 3, Bogor , Jawa Barat, 16680
- · Biaya Pendaftaran dikirim ke BNI Cabang Dramaga Bogor Nomor Rekening 0179572699 (Atas Nama Muhammad Sigit Susanto) sebelum menyerahkan karyanya ke panitia. Bukti pembayaran disertakan dalam berkas pengiriman (boleh difotokopi atau di-scan). Setelah melakukan pembayaran, harap konfirmasi ke CP 085270509555 (Muhammad Sigit Susanto)
Agenda Kompetisi
· Tahap Pendaftaran : 20 Juli - 20 September 2011
· Batas Penerimaan Naskah Lomba : 3-21 September 2011 (cap pos)
· Seleksi : 22 September - 2 Oktober 2011
· Pengumuman Finalis : 2-3 Oktober 2011
· Grand Final : 9 Oktober 2011
· Pengumuman Pemenang : 9 Oktober 2011
Catatan: Jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu, untuk lebih jelasnya dapat dilihat di gebyarpertanian2011.blogspot.com. setiap finalis wajib mengikuti acara Seminar Pertanian Nasional 2011 dengan tanpa dipungut biaya
Transportasi dan Akomodasi
Transportasi dan akomodasi peserta dan finalis selama rangkaian acara GEBYAR PERTANIAN 2011 tidak menjadi tanggung jawab panitia. Panitia hanya menyediakan informasi transportasi dan akomodasi yang dapat dipilih oleh peserta dan finalis.
Transportasi dan akomodasi peserta dan finalis selama rangkaian acara GEBYAR PERTANIAN 2011 tidak menjadi tanggung jawab panitia. Panitia hanya menyediakan informasi transportasi dan akomodasi yang dapat dipilih oleh peserta dan finalis.
Layanan Informasi
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB
Jl. Meranti Kampus IPB Darmaga Gedung Fakultas Pertanian Wing 15 Level 3, Bogor , Jawa Barat, 16680
Blog : gebyarpertanian2011.blogspot.com
Email : gebyar.pertanian2011@gmail.com
CP : Muhammad Sigit Susanto (085270509555)
Persyaratan dan ketentuan perlombaan GEBYAR PERTANIAN
1. Lomba Karya Tulis Ilmiah
· Biaya pendaftaran Rp 75.000,-
· Terbuka untuk Mahasiswa aktif (S1 atau Diploma) Perguruan Tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia
· Peserta diperbolehkan individu / kelompok (maksimal 3 orang)berasal dari perguruan tinggi yang sama
· Anggota kelompok dapat berasal dari disiplin ilmu yang berbeda.
· Peserta harus mendapatkan rekomendasi dari pihak perguruan tinggi (Wakil/Pembantu Rektor Bidang akademik dan Kemahasiswaan) yang dibuktikan dengan lembar pengesahan dalam karyanya.
· Peserta mengirimkan karya ilmiah yang sudah dicetak sebanyakempat rangkap dalam amplop tertutup.
· Peserta diperkenankan mengirimkan lebih dari satu karya tulis (maksimal 2)
· Tiga besar karya terbaik diwajibkan mempresentasikan karyanya di depan audience dan juri pada acara GEBYAR PERTANIAN 2011 yang bertempat di kampus Institut Pertanian Bogor. Jika berhalangan maka panitia berhak membatalkan kemenangan peserta.
· Dibagian kiri atas amplop ditulis LOMBA KARYA TULIS ILMIAH GEBYAR PERTANIAN 2011
· Topik karya tulis: “Inovasi Pertanian Untuk Pangan Nasionalyang Berkelanjutan”
· Karya tulis dibuat sesuai dengan format penulisan yang ditentukan oleh panitia. Format penulisan LKTI GEBYAR PERTANIAN 2011dapat didownload di sini
Hadiah Pemenang
Juara 1 : Rp 2.000.000,- + Sertifikat
Juara 2 : Rp 1.250.000,- + Sertifikat
Juara 3 : Rp 750.000,- + Sertifikat
2. Lomba Fotografi
· Biaya pendaftaran Rp 50.000,-
· Terbuka untuk umum (pelajar, mahasiswa dll)
· Peserta mengirimkan foto yang sudah dicetak ukuran 10 R (boleh lebih dari satu karya maksimal tiga karya berbeda) dalam amplop tertutup
· Di bagian kiri atas amplop ditulis LOMBA FOTOGRAFI GEBYAR PERTANIAN 2011
· Foto-foto nominator akan dipamerkan dalam acara GEBYAR PERTANIAN 2011.
· Menggunakan outline linen hitam 2,5 cm dari foto
· Format foto berwarna maupun hitam putih dengan media digital atau film.
· Olah digital diperkenankan, sepanjang dapat dilakukan dalam proses teknik kamar gelap dan tidak melakukan proses penggabungan beberapa foto; manipulasi hanya sebatas koreksi warna/kontras; Editing sebatas Leveling dan Saturation;
· Bukan hasil retouch maupun manipulasi komputer lainnya.
· Di bagian belakang foto yang diikutsertakan (atau dapat di kertas lain) wajib mencantumkan keterangan yang berisi: judul foto, penjelasan singkat makna foto (maksimal 100 kata), jenis kamera yang digunakan.
· Boleh menggunakan kamera jenis apapun, dan menyertakan soft copy karya dalam sebuah CD dalam format JPG/JPEG.
· Tema lomba Fotografi “Pertanian Jaya Indonesia Sejahtera”
Hadiah pemenang :
Juara 1 : Rp 500.000,- + Sertifikat
Juara 2 : Rp 300.000,- + Sertifikat
3. Lomba Karikatur
· Biaya pendaftaran Rp 50.000,- / karya
· Terbuka untuk pelajar SMA dan Mahasiswa se-Indonesia
· Setiap peserta diperbolehkan mengirimkan lebih dari 1 buah karikatur(maksimal tiga karya berbeda), karya dimasukkan dalam amplop tertutup.
· Karikatur nominator akan dipamerkan dalam acara GEBYAR PERTANIAN 2011
· Dibagian kiri atas amplop ditulis LOMBA KARIKATUR GEBYAR PERTANIAN 2011
· Tema lomba Karikatur “Pertanian Jaya Indonesia Sejahtera”
Format Penggambaran
· Karikatur dibuat pada kertas duplex ukuran A4
· Pewarnaan gambar bebas
· Karikatur disertai dengan penjelasan singkat maksud gambar.Penjelasan singkat ditulis pada lembar kertas lain ukuran A4 dengan format sebagai berikut: font Times New Roman 12 pt. spasi 1,5, maksimal 150 kata Batas pengetikan: samping kiri : 4 cm;samping kanan : 3 cm; batas atas : 3 cm; batas bawah : 3 cm
Hadiah pemenang :
Juara 1 : Rp 500.000,- + Sertifikat
Juara 2 : Rp 300.000,- + Sertifikat
4. Lomba Cerdas Cermat Pertanian
· Biaya pendaftaran Rp 75.000,- /kelompok
· Terbuka untuk pelajar SMA se-Indonesia
· Satu kelompok terdiri dari 3 orang dari satu sekolah
· Biaya akomodasi ditanggung oleh peserta. Panitia hanya menyediakan informasi tempat penginapan
· Peserta diwajibkan menggunakan seragam yang mencirikan SMA yang diwakilkan pada saat perlombaan cerdas cermat berlangsung.
· Seluruh peserta cerdas cermat mendapatkan Sertifikat.
Hadiah pemenang :
Juara 1 : Rp 1.500.000,- + Sertifikat
Juara 2 : Rp 800.000,- + Sertifikat
5. Lomba Debat Pertanian
· Biaya pendaftaran Rp 75.000,- / tim
· Terbuka untuk Mahasiswa aktif (S1 atau Diploma) Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta se-Indonesia. Satu tim terdiri dari 3 orang yang berasal dari 1 universitas (boleh berbeda disiplin ilmu).
· Peserta terlebih dahulu mengirimkan essay dengan topik “Kebijakan Pemerintah dalam menciptakan Kemandirian Dan Ketahanan Pangan Nasional”
· Essay ditulis pada lembar kertas lain ukuran A4 dengan format sebagai berikut: font Times New Roman 12 pt. spasi 1,5, maksimal 750kata . Batas pengetikan: samping kiri : 4 cm; samping kanan : 3 cm;batas atas : 3 cm; batas bawah : 3 cm
· Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudahdimengerti, dan tidak menggunakan singkatan seperti tdk, tsb, yg, dgn, dll., sbb.
· Delapan essay terbaik akan menjadi peserta Lomba Debat GEBYAR PERTANIAN 2011 yang dilangsungkan di Institut Pertanian Bogor
· Dibagian kiri atas amplop ditulis LOMBA DEBAT GEBYAR PERTANIAN 2011
· Sub topik debat meliputi: kebijakan impor bahan pangan, subsidi pupuk, Kebijakan KUR, kebijakan konversi lahan pertanian, keberadaan tengkulak dalam rantai distribusi bahan pertanian, industrialisasi pertanian dan kebijakan food estaste dan beberapa sub topik lain yang akan disampaikan saat technical meeting.
· Biaya akomodasi ditanggung peserta. Panitia hanya menyediakan informasi tempat penginapan
· Seluruh peserta debat mendapatkan sertifikat
Hadiah pemenang :
Juara 1 : Rp 2.500.000,- + Sertifikat
Juara 2 : Rp 1.500.000,- + Sertifikat
Langganan:
Postingan (Atom)










